Which one to choose? STPM ? Matriks? Diploma ? Asasi ? Or Alevel and friends?

Okay now that I encountered lots of questions like " Kak , mana lagi baik ? Asasi ke diploma ? " and the fact that I don't have a any medium like ask.fm so I decided to write it here inside the blog. 

So before going any further , let me tell you - I am doing Alevel now , tak sempat merasa dunia asasi matriks diploma dan stpm so what I write inside here is merely opinions . I am never going to favour Alevel supaya korang akan delighted ikut sama buat Alevel namun sebelum membuat keputusan , sila google twitter account Alevels problem dan scroll hingga ke akhirnya. Ahaaaks. ( note that Alevel could not be that kind of stress pun sebenarnya kalau pandai manage - ke macam stress je , tapi entahlah , i dislike the usage of 'stress' word as it indicate something negative ahaaa ) 

Kawasan definisi : 

Alevel and friends bermaksud : Alevel , ADFP , Ausmat , KTJ or any preparation program for overseas. 

So. 

I am not going to go further in details on what STPM is , matriks is , diploma or asasi because I bet anyone who're reading through this dah ada idea , I mean slight ideas on the differences of the programme. Jadi mari kita lihat pemikiran rigid warga warga Malaysia dan kita bincangkan. 

Akak , asasi tu lagi baik kan dari diploma? ( so disebabkan dia lagi baik, saya kena buat asasi , takleh buat diploma ) 

             If you asked me this question back then masa form 4 form 5 zaman kejahilan , yes I would say that tapi bila kalau kau tanya aku benda ni sekarang , I would say both ada baik buruk dia and ikut kemampuan kau , when I say kemampuan , note that kemampuan ialah sesuatu yang berbentuk fakta seperti result spm anda dan juga , lebih daripada bentuk sebuah angan angan. Pehe dok? ( Faham tak? ) . Contoh , awak minat nak buat medic , namun kemampuan berdasarkan keputusan , ( or you can check in any UPU requirement website ) tidak menyebelahi diri anda untuk masuk asasi medic tapi tetap nak jugak buat medic sebab itu cita cita sedari 5 tahun. Please, be realistic and be lenient with your choice. 

           Bukan maksud kalau kau tak dapat asasi kau takkan nampak kejayaan di masa hadapan. You know some courses ada je yang tak dioffer untuk asasi tapi ada untuk diploma je. I have a friend back then , he obtained 8A's which to the rigid minded people - 8 A masuklah asasi , 8A kot. Tapi he end up choosing diploma sebab course yang dia nak ada dekat diploma level je , and he already have a plan degree nanti nak gi mana nak buat apa. He end up obtaining JPA scholarship . So adilkah anda untuk mengatakan asasi itu lebih baik dari diploma? Tidak sama sekali. 

Akak , result saya ini ini ini , tapi saya nak jugak buat course ni  ( situasi - tak layak memohon course tersebut bersama emoticon bersungguh sungguh ditambah dengan tanda seru  ) nearest example nak buat law. 

            Okay , here since knowledge tuan hamba ni kurang wide sikit , path yang aku tahu boleh end up dalam legal profession ni ada tiga - Alevel. Asasi and STPM. Menjadi pelajar sbp selama lima tahun , I know how the rigid mind yang di dipahat untuk buat asasi , benda benda oversea namun bukan STPM , sebab kena pakai uniform la , sekolah like once again lah , lambatlah itu ini. So buanglah pemikiran tu jauh jauh , STPM one of the good route to achieve your ambition , takpelah pakai baju sekolah lagi - lagi kecik pakai baju tadika kemas , pakai baju sekolah redha je berbelas tahun , apaadehal pakai baju sekolah untuk lagi 2 tahun. To get in details how STPM works , asked anyone yang buat STPM, sorry takdok idea. 

Akak , Alevel susah tak? ( tukar Alevel pada STPM ,Matriks ,Asasi )

        Frankly I've heard this question for thousand times . Akak ni susah tak ni susah tak tu susah tak? This kind of mentality should be mend , in everything you pursue later , its how you define the susah , kalau your mindset dan attitude towards the route kata susah , susahlah dia . Kalau you've set your mind I can go through this . Takdelah dia jadi susah. Kau tak boleh macam tengok satu senior ni kata , 

" Weh jangan ambik Alevel weh , SUSAH GILA NAK MATI ( with sets of exclamation marks )" and your senior still breathing happily.

sebab ikut definisi dan kemampuan dia , itu susah , mungkin nanti kalau kau ambik Alevel kau akan kata takdelah susah mana. Its never fair to compare pun in between program pun tak boleh sebab masing masing ada pros and cons. Tapi yknow being a human , human punya tendency of exaggerating on stuff ni tinggi . So no wonder kau akan jumpa manusia yang sejak UPSR sampai ke akhirnya dia kata susah. 

         At this point , saying everything susah and not giving yourself chance to explore more job prospect and selamanya nak duduk di tempat yang selesa adalah sangat sangat tidak digalakkan . By mean , contoh kau science stream students for five years and after that years, maybe what you think the most comfort zone for you is science world but its actually not. Benda ni sedih sebenarnya bila kau nanti end up ambik benda yang kau tak boleh nak bawak sebenarnya. Again looking at your result. 

At one point , you should be realistic and you should try to go deeper and know yourself more. Tuhan tak saja saja je bagi result kau sebegitu rupa ( sama ada cemerlang , tengah tengah mahupun di bawah ) , there must be reasons to be pondered upon . Banyak kali dah diingatkan , 

Yang barangkali apa yang kamu suka bukan apa yang kamu perlukan. 

         Do tons of personality test , sebab kita maybe tak pernah tahu kita good at something when other people realized it. Dulu masa aku apply UPU and scholarship semua , I do ask my parents , people closed to me, what are my strength and weakness. I did tons of career punya quizzes to see what are the sides yang aku tak realize aku ada sebenarnya. Though it might not be reliable 100% , at least , I did widen my knowledge on career prospect rather than just stay with doctors , pharmacist , engineer , lawyer and stuff. 

            Baca novel ke, through novels which is Novel Melayu yang orang dok kata jiwang bercinta je tiga puluh bab - dari novel melayu lah aku tahu wujudnya pekerjaan seperti Quantity Surveyor. JANGAN MALAS ! kesian weh orang dah tolong kau , remind to do this and that , even helped you with this and that - bukan nak mengungkit ke apa , tapi kalau kau sendiri tak tolong diri sendiri , tak dapek den nak nolong. I can't afford helping someone who don't help themselves. K? Nak tanya boleh. Tapi to the extend helping you on what course you shall pursue , its not my job. K once again. 



Jalan yang akhirnya indah tak semestinya selalu cerah pada permulaan dan pertengahannya. 

So good luck. The info's might not really help you that much but I do hope , it change your perceptions a bit, at least. 

macam takde kaitan. HAHA

No comments: