Celaru.

I've been thinking past few days yang buat neuron kepala sesak dan celaru.


There're times I wish I am pursuing my law in UIAM. Bukan di INTEC. Bukan bawah tanggungjawab JPA.



Kufur nikmat. Kerana nikmat yang satu ini telah kau dustakan. Mana pergi Ar-Rahman dalam jiwa.

Its the fear. Everything seems so hard to be achieved. Sampai ada malam yang aku menangis sendiri. Menangisi keputusan sendiri. Tapi bukankah ini yang kau impikan? Benda yang kau impikan suatu masa dahulu, saat result SPM mengecewakan impian, Allah aturkan jalan menuju impian.

And..

The moment when I feel I'm giving up.
The moment when I feel I don't want to go back to intec.
The moment when I feel. I am giving things up.

Satu hari , I told it to my mum. How I really wish I am not here now. How I really wish my decision back then was another way round. Entah , terasa ujian yang berat , because I need to shoot for many aims in one shot. Tapi berat mana pun, aku masih terasa oxygen lalu kerongkong. Maksudnya , I am capable for those things.

And I remembered how shaky was her voice. Berhadapan dengan seorang anak yang nak berhenti di tengah jalan. I was never like this before. Because I know I am a fighter from the beginning. She told me , " Jangan cakap susah . Yakin , yakin dengan Allah. Yakin yang ujian yang anis dapat ada hikmah " .

Mana pergi keyakinan.

From that day. I know. I shouldn't be like this. Well at least , NOT GIVING UP.

...

Between the lines, I lost my words. Cuba untuk tazkirah diri sendiri. Allah tak letak dalam satu jalan kalau kita tak mampu menempuh. Sekalipun dengan merangkak , pasti Allah bawak lalu jalan tu. Kau berada dalam tempat yang menjadi idaman sekalian remaja luar sana. Kau dilimpahkan dengan nimat rezeki. Tang mana kau nak mendustakan? Tang mana?

Tak malu ke dengan Allah. After all those things He gave to you. You dare to say you're quiting.

....

Ar-Rahman.



No comments: