You learn to appreciate when you dont have it.

Im writing these when I'm on my way to Aberyswyth from Cardiff.

Baru baru ni ( sebenarnya lama dah haha ) aku di landa symptom merindui makanan Malaysia tahap yang memaksa aku untuk google resepi di internet. Paling parah bila tengok running man then tetiba nak makan pau. Ye steam bu. Pau yang selalu jual dekat R & R tu. And it happened that pau punya proses nak buat adalah sangat sangat renyah ngeh . Sebab nak kena tunggu dia kembang then nak uli balik then satu hal nak buat inti kacang merah mahupun kaya. Maka aku overwhelm dengan penyakit malas cuti yang panjang , maka aku masukkan pau dalam list-to-eat nak balik nanti. Belum masuk hantu hantu yang retweet satay la , sambal sotong la , kadang tu masak je sambal , bukan sotong aaa tapinya cuma the taste was a lot different from what your mum did and that's it , tambah lagi list-to-eat.

And tarbiyah terbesar dia is not just making a proper list atau nak ajar bersabar dan terima apa adanya, its to appreciate . Dulu aku tak pernah rasa nikmatnya duduk Malaysia meski panas ke apa ke , tapi bila sampai sini , betul Allah limpahkan dengan nikmat nak experience sejuk + living dekat Tempat orang to know the budaya and all , tapi when you used to spend like 20 years of living dekat Malaysia, you certainly know , takdelah hujan emas mana di negara orang , dan tak gak berhujan Batu sangat di Malaysia.

I learn to appreciate kewujudan pasar pasar bawah di Malaysia yang menjual ikan sotong dan Kawan Kawan , yang tak neglect the kepala and ekor or tulang sebab semata Mata nak jadikan fillet ikan wahahahahaha. Banyak benda yang aku rasa its a blessing in Malaysia , hatta panas pun blessing since I miss drying my laundry menggunakan kuasa matahari dan bukan heater.

After all life is an experience. I gotta feel how to make yourself triple double sabar and to appreciate apa yang ada depan Mata. Because probably one day I'll miss the cold weather with a longer night to do the prayers and mungkin jugak perasaan menjadi orang yang sedar nikmatnya dapat jalan tengok dunia.

Why should I hate the road when I'm missing home. Sebab jalan tu yang ajar how to appreciate how it feels like to be home. Sebab tadi tadabbur surah al - fajr , ayat 15 - 16 rasanya I better checked back , bila mana Allah bagi kesenangan pada dia , Allah had honors me - but in ayat 16 when Allah give ujian pada dia , Allah had disgraced me. Tapi sebenarnya what I reflect from the ayat Quran is senang ke susah dua dua ujian dari Allah and ujian tak datang for no reason , dua dua datang untuk jadikan kita belajar. Kalau jauh dan hilang tu mengajar , aku pilih untuk belajar

No comments: